skip to Main Content
Ramadhan Bulan Yang Istimewa “Ramadhan Di Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fitroh Yaspida Sukabumi”

Ramadhan Bulan yang Istimewa “Ramadhan di Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fitroh Yaspida Sukabumi”

Keutamaan bulan Ramadan bagi umat Islam sangatlah besar. Bulan suci umat Islam ini menawarkan berlipat-lipat pahala dan pengampunan dosa bagi seluruh muslim. Memperbanyak ibadah di bulan yang penuh berkah ini tentunya menjadi sebuah keharusan.

Bulan Ramadan menjadi saat yang selalu dinanti-nanti bagi setiap orang karena berbagai keutamaannya. Berbagai dalil menyebutkan keistimewaan bulan puasa yang sangat menguntungkan bagi orang-orang yang beriman dan melaksanakan amal saleh.

Keutamaan bulan Ramadan bisa menjadi penyemangat untuk makin rajin beribadah. Bulan suci Ramadan merupakan kesempatan bagi setiap hamba Allah untuk lebih meningkatkan ketakwaan dengan berbagai keutamaannya.

Bulan Pengampunan Dosa dan Penuh Pahala

Bulan Pengampunan Dosa

Keutamaan bulan Ramadan yang pertama adalah sebagai bulan pengampunan dosa. Bulan Ramadan adalah waktu terbaik untuk mengambil kesempatan bertaubat.

Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya:

“Sholat lima waktu, Jumat ke Jumat dan Ramadan ke Ramadan menghapuskan dosa-dosa di antara masa-masa itu selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)

Dengan berpuasa pada bulan Ramadan ini, maka bisa menghapus dosa-dosa yang telah kamu lakukan. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang artinya:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu, salat tarawih yang dikerjakan pada setiap malam di bulan Ramadan juga dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Sebagaimana hadis Nabi SAW yang artinya:

Barangsiapa yang berpuasa yang melakukan sholat malam pada bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pahala yang Berlipat Ganda

Keutamaan bulan Ramadan berikutnya adalah pahala yang berlipat ganda untuk setiap ibadah yang kamu laksanakan. Amalan-amalan pada bulan Ramadan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya:

“Pahala umrah pada bulan Ramadan menyamai pahala ibadah haji.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sedangkan keutamaan bulan Ramadan dalam riwayat yang lain juga disebutkan, pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji bersamaku (Nabi Muhammad SAW).

Dalam riwayat lain juga disebutkan, Ibnu Rajab rahimahullah berkata, Abu Bakr bin Abi Maryam mengatakan bahwa banyak guru-gurunya yang berkata,

“Apabila telah tiba bulan Ramadan, maka perbanyaklah berinfaq, karena infaq di bulan Ramadan dilipatgandakan bagaikan infaq di jalan Allah SWT, dan tasbih di bulan Ramadan lebih utama daripada tasbih di bulan yang lain.”

Bulan yang Penuh Berkah dan Diturunkannya Al-Qur’an

Bulan yang Penuh Berkah

Bulan Ramadan sering juga disebut dengan bulan yang penuh berkah, atau syahrun mubarak. Hal ini berdasarkan pada dalil hadits Nabi Muhammad SAW yang memiliki arti,

“Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian..” (HR. Agmad, An-NasaI dan Al-Baihaqi).

Dan juga bahwa setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan ini, maka Allah SWT akan melipatgandakan pahalanya. Selain itu di dalam bulan yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan ini, maka tidak hanya keberkahan di dalam menuai pahala, melainkan banyak keberkahan lainnya.

Keutamaan bulan Ramadan juga ditinjau dari aspek ekonomi, di mana Ramadan memberi keberkahan ekonomi bagi para pedagang dan lainnya. Sedangkan bagi fakir miskin, Ramadan membawa keberkahan tersendiri. Pada bulan Ramadan ini, seorang muslim digalakkan dan disunnahkan untuk berinfaq dan bersedekah kepada mereka ini. Bahkan, diwajibkan untuk membayar zakat fitrah untuk fakir miskin.

Bulan Diturunkannya Al-Qur’an

Keutamaan bulan Ramadan salah satunya adalah bulan Al-Qur’an atau syahrul Quran. Diturunkannya Al-Qur’an pada bulan Ramadan ini menjadi bukti nyata kemuliaan bulan Ramadan.

Allah SWT berfirman yang artinya,

“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)”. (QS. Al-Baqarah: 185).

Bagian dari Rukun Islam dan Bulan Terkabulnya Doa

Puasa di Bulan Ramadan Bagian dari Rukun Islam

Allah SWT telah menjadikan puasa yang dilakukan pada bulan Ramadan sebagai rukun yang keempat dari rukun Islam.

Hal ini tertulis dalam ayat al-Quran surat Al-Baqarah ayat 185:

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara mereka yang menyaksikan (berada) di bulan itu, maka berpuasalah.”

Dalam hadis juga telah disebutkan, Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Nabi SAW., bersabda:

“Islam dibangun atas lima (rukun); Bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan, dan haji ke Baitullah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bulan Terkabulnya Doa

Keutamaan bulan Ramadan selanjutnya adalah doa yang dipanjatkan pada saat bulan Ramadan lebih mustajabah. Hal ini sesuai hadis Rasulullah SAW yang artinya:

“Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan doa maka pasti dikabulkan.” (HR. al-Bazaar, dari Jabir bin Abdillah. Al-Haitsami dalam Majma Az Zawaid mengatakan bahwa perawi hadis ini tsiqah (terpercaya).

Selain itu juga dipertegas dalam hadis lain. Rasulullah SAW, bersabda yang artinya:

“Tiga orang yang doanya tidak ditolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang terdzolimi.” (HR. at Tirmidzi).

Malam Lailatul Qadar dan Puasa 1 Bulan Pahalanya Senilai Puasa 10 Bulan

Adanya Malam Lailatul Qadar

Keutamaan bulan Ramadan lainnya adalah dengan hadirnya malam penuh kemuliaan dan keberkahan di salah satu malam pada malam-malam terakhir dan ganjil di bulan Ramadan, yaitu malam Lailatul Qadar.

Di bulan Ramadan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan adalah saat diturunkannya Alquranul Karim.

Puasa 1 Bulan Pahalanya Senilai Puasa 10 Bulan

Abu Ayub Al-Anshary meriwayatkan hadist Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Barangsiapa yang berpuasa (pada bulan Ramadhan) kemudian diikuti puasa enam hari pada bulan Syawal, maka hal itu sama seperti puasa setahun.” (HR. Muslim)

Selain itu, juga ditegaskan dalam hadis Nabi yang lain. Imam Ahmad meriwayatkan, Nabi SAW bersabda:

“Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, maka satu bulan sama seperti sepuluh bulan. Dan siapa yang berpuasa setelah itu, berpuasa selama enam hari sesudah Id (Syawal), hal itu sama nilainya dengan puasa sempurna satu tahun.” (HR. Ahmad).

Dibukanya Pintu Surga dan Ditutupnya Pintu Neraka Serta Setan Dibelenggu

Dibukanya Pintu Surga dan Ditutupnya Pintu Neraka

Keutamaan bulan Ramadan lainnya adalah bahwa pintu-pintu surga terbuka dan pintu-pintu neraka tertutup serta setan-setan diikat. Dengan demikian, Allah SWT telah memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk masuk surga dengan ibadah dan amal shalih yang telah diperbuat pada bulan Ramadan.

Setan Dibelenggu

Keutamaan bulan Ramadhan yang lainnya adalah keberadaan setan yang dibelenggu. Sehingga ibadah umat muslim selama bulan Ramadhan dapat berjalan dengan lancar. Setan tidak dapat menyesatkan umat muslim selama bulan Ramadhan.

Imam Ahmad yang meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Umatku diberikan lima perkara di bulan Ramadhan yang belum pernah diberikan kepada umat sebelumnya: mulut orang yang puasa lebih wangi di sisi Allah SWT dari pada minyak kesturi, malaikat memintakan ampunan untuk mereka hingga berbuka, setiap hari Allah SWT menghiasi surga-Nya dan berfirman: sudah dekat hamba-hamba-Ku yang shaleh meninggalkan beban dan berpulang kepada-Ku, setan-setan dibelenggu maka mereka tidak bisa mencapai apa yang bisa mereka capai di bulan yang lain, dan Allah SWT mengampuni mereka di akhir malam.

Ada yang bertanya: ya Rasulullah, apakah itu di saat lailatul qadar? Beliau menjawab: tidak, akan tetapi orang yang beramal hanya disempurnakan pahalanya apabila menyelesaikan amalnya”.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top