skip to Main Content
Pekan Olah Raga Dan Seni Santri Darussyifa Al-Fithroh Yaspida Sukabumi

Pekan Olah Raga dan Seni Santri Darussyifa Al-Fithroh Yaspida Sukabumi

Yaspida Sukabumi – Selasa 040122 Yaspida Sukabumi  resmi dibuka oleh Pimpinan Pondok Pesantren Dr. KH. E.S. Mubarok, MSc., M.M. dalam sambutan pembukaannya  menyampaikan bahwa PORSEDA merupakan salah satu kegiatan tahunan yang dilaksanakan, Existensi harus di tonjolkan dan sampai kapanpun PORSEDA harus tetap ada   harus membangkitkan gairah dalam bidang olahraga dan bidang seni,“Silakan berlomba, junjung sportivitas pada saat perlombaan,”pesannya, Beliau menambahkan PORSEDA tahun ini menaruh harapan yang besar bagi para santri Pondok Pesantren kelak dapat menjadi perwakilan atlet dalam membela tanah air di kanca internasional, dengan mengucap Bismillahirrahmannirahim PORSEDA 2022 secara resmi dibuka.

Selain itu beliau menambahkan ajaran islam ternyata begitu lengkap dan sempurna, bahkan olahragapun disunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW, seperti olahraga renang, memanah, berlari, berkuda, bergulat dan sebagainya. Olahraga bertujuan menjadikan manusia sehat dan kuat. Dalam Islam, sehat dipandang sebagai nikmat kedua setelah Iman. Selain itu, banyak ibadah dalam Islam membutuhkan tubuh yang sehat dan kuat, seperti sholat, puasa, berhaji, dan jihad menuntut ilmu,”ungkp beliau”.

Sambutan Pimpinan Pondok Pesantren

Sementara itu ketua panitia H. Nandang Yuda Kurniawan, M.Pd  menjelaskan bahwa PORSEDA ini ada berapa mata lomba yang dilaksanakan yaitu tenis meja, futsall, puisi religi, qasidah, dialog bahasa arab, spelling be, ceramah, tilawatil Qur’an, azan, hafal surah dan lainnya, “Semoga semuanya berjalan lancar. Sejauh ini masih aman. Kita kan baru sudah ujian akhir semester, untuk kemarin makanya dilanjutkan dengan Porseda sebelum libur,” ujar Ketua Panitia Porseda.

Ketua Panitia H. Nandang Yuda Kurniawan, S.Kom.,M.Pd melaporkan kegiatan acara Porseda 2022

Para pengasuh pesantren melihat bahwa olahraga merupakan alat untuk menanamkan kesehatan jasmani, melalui berbagai kegiatan positif seperti pagelaran pekan Olahraga dan seni (PORSEDA), diharapkan generasi muda khususnya para Santri/Siswa/i dapat menyalurkan bakat dan minatnya serta menumbuhkembangkan daya kreasi dan inovasi sehingga mereka memiliki kompetensi yang unggul, tangguh dan kokoh.

Tema yang diambil dari kegiatan tahun ini adalah “Memperkuat keakraban antar Guru dan Santri/Siswa/i Darussyifa Yaspida, meningkatkan bakat dan prestasi Santri/Siswa/i di bidang Olahraga & Seni“.

Pembukaan acara di mulai dengan lagu Indonesia Raya

Pimpinan Pondok Pesantren dan Kepala Sekolah SMK T1 Yaspida H. Margono, S.H., MM sedang mempersiapkan kegiatan Turnament

Darussyifa Yaspida Sukabumi sebagai Lembaga Pendidikan berbasis Pondok Pesantren mampu menciptakan dan mengembangkan potensi para Santri/Siswa/i, agar era globalisasi yang sarat dengan persaingan super ketat itu tidak menjadi momok yang megkhawatirkan akan tetapi menjadi sumber inspirasi bagi pembangunan bangsa dan negara, Yaspida sangat mendorong para santri untuk mengikuti kegiatan olahraga, yang merupakan kegiatan yang sangat digemari satntri. Dengan olahraga satri dapat mengembangkan bakat yang dimilikinya. Selain itu, olahraga juga dapat memper-erat persahabatan antara santri.

Pada tahun 2016,  Pondok telah memiliki sarana olahraga yang sagat dibutuhkan oleh para santri, yakni “GORS” Gedung Olahraga Seni Santri dan “Lapang Olahraga Darussyifa”.

Berikut poto dan video kegiatan PORSEDA 2022 :

 

 

  

 

 

Fungsi Seni dalam Dunia Pendidikan pesantren mempunyai peran yang penting untuk menunjang perkembangan santrinya. Banyak hal yang dapat diperoleh oleh santri dengan belajar seni, yaitu sebagai berikut :

  • Memberikan fasilitas yang sebesar-besarnya kepada santri untuk mengemukakan pendapatnya (ekspresi bebas).
  • Melatih imajinasi santri, ini merupakan konsekuensi logis dalam kegiatan ekspresi supaya dalam berekpresi seorang santri mempunyai bayangan terlebih dahulu yaitu dengan latihan imajinasi yang dapat berangkat dari pengamatan maupun hasil rekapitulasi kejadian yang telah direkam oleh otak santri.
  • Memberikan pengalaman estetik dan mampu memberi umpan balik penilaian (kritik dan saran) terhadap suatu karya seni sesuai dengan mediumnya.
  • Pembinaan sensitivitas serta rasa pada umumnya, hasil yang diharapkan adalah terbinanya visi artistik dan fiksi imajinatif.
  • Mampu memberikan pembinaan ketermpilan yaitu dengan membina kemampuan praktek berkarya seni Handycraft (kerajinan tangan). Hal ini berguna untuk mempersiapkan kemampuan keterampil dan praktis sebagai bekal hidup di kemudian hari.
  • Mengembangkan kemampuan intelektual, imajinatif, ekspresi, kepekaan kreatif, keterampilan, dan mengapresiasi terhadap hasil karya seni dan keterampilan.
  • Seni sebagai alat pendidikan dalam pendidikan seni bukan semata-mat bertujuan untuk mendidik santri menjadikannya seniman melainkan membina santri untuk menjadi kreatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top